posisi duduk wanita hamil

POSISI DUDUK BAGI WANITA HAMIL

Sikap tubuh yang baik dan benar berdampak positif terhadap kesehatan kehamilan dan janin lho…Salah satu sikap tubuh yang harus diperhatikan adalah duduk maupun berdiri, yaitu jangan kelamaan.

Memang, gangguan yang muncul bisa dikatakan bukan masalah serius. Tapi, toh bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, merepotkan, dan mengganggu penampilan. Jadi, lebih baik bila kita memperkecil risiko bukan?

Lalu, bagaimana bila pekerjaan yang mengharuskan kita berada dalam posisi tersebut, atau kita sedang dalam suatu perjalanan panjang? Jangan khawatir, ada kok kiat mengatasinya. Monggo di baca artikel nya….

TIPS SAAT DUDUK

- Duduklah dengan punggung tegak, paha sejajar dengan lantai, dan telapak kaki menempel rata pada lantai. Bila kursi terlalu tinggi dan tidak dapat diubah, berilah ganjalan pada kaki (bisa berupa kursi kecil), agar peredaran darah tetap lancar. Ganjal belakang punggung dengan bantal yang empuk. Jangan duduk menyilangkan kaki.

- Bila sedang bekerja di depan komputer atau duduk lama di depan meja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, ambillah waktu beberapa menit untuk peregangan, paling sedikit setiap jam. Caranya, bangun dan lakukan gerakan seperti memutar kepala pelan-pelan. Atau, duduk di kursi dengan lutut terbuka, angkat kedua lengan sejajar dengan pundak, kemudian tarik ke depan sejauh mungkin. Lalu, putar tubuh ke kanan atau ke kiri (seperti menggeliat).

- Bila sedang dalam perjalanan panjang dengan naik mobil sendiri, berhenti sejenak, turun lalu berjalan-jalan di sekeliling mobil sekitar 10 menit.

- Bila bepergian dengan kereta api atau pesawat terbang, berdiri sekitar tempat duduk atau berjalan sepanjang gang. Manfaatkan sandaran kaki saat duduk, atau bila bangku di sebelah, letakkan kaki di atasnya. Lebih nyaman lagi bila sepatu dilepas.

TIPS SAAT BERDIRI

- Bila harus bekerja dengan berdiri cukup lama, biasakanlah berdiri dengan tegak (kedua kaki sedikit meregang), bahu tetap lemas, dada diangkat, dan bokong ditarik sambil menahan perut.

- Agar tidak cepat lelah ketika berdiri, angkatlah salah satu kaki dan letakkan di atas penyangga kaki setinggi 10-15 cm. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya tegangan di dasar punggung. Lakukan secara bergantian dengan kaki yang lain.

- Bila mungkin, hentikan pekerjaan sejenak, lalu tempelkan tubuh bagian belakang pada tembok dengan posisi tegak lurus (kaki diregangkan). Turunkan badan perlahan dengan menekuk kaki sampai terasa adanya tarikan di otot paha (jangan sampai terasa sakit).

- Sempatkan beristirahat dan lakukan peregangan di kaki dan pergelangan kaki. Caranya, duduk di lantai dengan kaki lurus ke depan, lalu gerak-gerakkan pergelangan kaki (diputar-putar, tarik telapak kaki ke arah dalam, angkat tumit dengan ujung jari tetap di lantai, atau sebaliknya angkat ujung jari kaki sementara tumit tetap menempel di lantai).

- Bila merasa pusing, misalnya mengalami penurunan tekanan darah (hipotensi) akibat berdiri terlalu lama, segera cari tempat yang nyaman untuk duduk atau beristirahat sejenak.

Ini Alasannya

Beberapa gangguan yang sering dikeluhkan akibat kelamaan duduk atau berdiri, yaitu:

- Pegal dan lelah.

- Kram kaki.

- Nyeri pinggang bawah.

- Pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki.

- Varises (pelebaran pembuluh darah).

- Kontraksi dini.

Dewi Handajani

Konsultasi ilmiah: dr. Ali Sungkar, Sp.OG, POGI Jaya, Divisi Fetomaternal, Departemen Kebidanan dan Kandungan, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: